Tanggal 6 Agustus 2008, merupakan hari yang sangat mengesankan bagi kami…Pada hari itu dilangsungkan serah terima helikopter dari Rusia jenis Mi-17 V5 dari pihak Rusia kepada pihak Indonesia. Upacara dilaksanakan di Appron Base Ops TNI yang terletak di Juanda. Sesuai dengan protokoler acara, maka setelah serah terima akan diadakan demo flight helikopter Mi-17 V5 yang diakhiri dengan taxi dan shut down engine di Appron Base ops.

     Keseluruhan crew Mi-17 yang ada pada saat itu terdiri dari 6 pilot dan 4 flight engineer. 10 orang ini ditugaskan untuk mengawaki 6 unit helikopter yang akan diserahterimakan. Karena ada acara demo flight,maka ditunjuklah 3 orang crew yang mengawaki heli untuk demo tersebut. Ini merupakan pengalaman yang sangat mengesankan, karena crew inilah crew Indonesia pertama menerbangkan helikopte Mi-17 V5 di wilayah Indonesia. Memang sebelum diserahterimakan, pada saat acceptance ataupun test flight kita sudah menerbangkan heli ini di Juanda, namun saat itu masih didampingi oleh Pilot serta Flight Engineer dari Rusia.

     Pada malam hari sebelum hari H, kami dibagi tugas sesuai dengan pelaksanaan protokoler acara serah terima heli. Yang mendapatkan kehormatan menerbangkan heli adalah Kapten Rony, saya dan flight engineer Lettu Rahmat. Sedangkan crew yang lain bertugas di helikopter yang diparkir di Appron Base Ops guna menjelaskan spesifikasi dan kerakteristik heli apabila ada pertanyaan dari pejabat terkait maupun wartawan, dengan kata lain mereka ikut serta di dalam acara serah terima.

     Pagi hari tanggal 6 Agustus 2008, kami bertiga telah siap di helikopter dengan no registrasi HA-5138. Perasaan kami masih campur aduk, karena tugas ini tergolong berat juga. Ibaratnya kita mau terbang solo (Solo Flight). Tanpa 1st Indonesian crewdidampingi satu orangpun crew dari Rusia, flight engineer melaksanakan preflight check. Membuka cowling engine serta mengecheck system yang ada sesuai dengan check list yang ada. Bila sebelum-sebelumnya selalu didampingi Flight engineer dan Tehnisi dari Rusia,maka pada kali ini dikerjakan sendirian oleh Lettu Rahmat. Saya pun selaku penerbang dan bagian dari crew ini harus membantu FE, karena memang tidak ada orang lain, cuma kami bertiga. Helikopter yang sedemikian besar harus kami periksa semuanya, dan kelihatan sekali sangat repot bila dilakukan sendirian. Saya ikut membantu menutup cowling engine serta membuka cover lainnya. Pada saat akan menutup cowling engine APU, ternyata kunci tutupnya tidak bisa bekerja. Flight Engineer sudah berusaha menutup kuncinya,namun tidak pernah bisa. “Gawat juga nih..”, pikir saya,”Jangan sampai cowlingnya lepas pada saat kita terbang.”Setelah beberapa lama akhirnya kita putuskan memanggil salah satu tehnisi dari Rusia yang saat itu berada di tempat acara. Oleh tehnisi rusia, lock-nya dilepas dan disampaikan bahwa hal itu tidak apa-apa karena masih ada kunci pengaman lainnya untuk cowling itu, akhirnya kamipun agak lega.

     Pada saat acara sudah dimulai, kami siap-siap dihelikopter untuk melaksanakan start engine. Proses start engine berlangsung agak lama, karena kami harus benar-benar correct. Check list kami baca dengan teliti dan dilaksanakan secara benar. Dan Alhamdulilah proses start dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dilanjutkan dengan taxi menuju main runway. Di dalam helikopter cuma ada kami bertiga, pada saat mulai berjalan inilah perasaan saya sangat bangga karena kamilah crew Indonesia lengkap yang menerbangkan pesawat Mi-17 V5 yang pertama kali di wilayah Indonesia. Pada waktu itu kapten Rony yang memegang kontrol heli dan saya melaksanakan komunikasi dengan Tower (ATC) sambil memonitor instrumen dibantu oleh Flight Engineer. Dengan pelan kami taxi menuju main runway, kemudian line up dan persiapan untuk terbang. Setelah ada clearance dari Tower, dengan pelan-pelan kami hover…Goyang-goyang itu wajar, karena kami baru 15 Jam Terbang namun kami sudah mampu mengendalikan heli dengan tenang. Dilanjutkan take off serta terbang circuit pattern dan diakhiri dengan approach di main runway. Setelah landing kami taxi menuju Appron Base Ops, disitu kami lihat dari cockpit sudah banyak wartawan serta tamu undangan dan pejabat-pejabat melihat manuver kami. Setelah sampai di Appron Base Ops, kami shut down engine dan turun untuk melaksanakan post flight.

      Pengalaman itu merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, kami adalah crew pertama Indonesia yang menerbangkan helikopter Mi-17 V5 di wilayah Indonesia. Perasaan seperti mau terbang Solo akhirnya hilang dan berganti dengan rasa bangga serta semangat untuk lebih baik lagi guna mengoperasionalkan helikopter Mi-17 V5 yang merupakan aset bangsa dan negara demi tegaknya kedaulatan negara kita tercinta ini.

Posted by: sundoroagung | March 27, 2009

Mi-17 V5 Dalam Manuver Free Fall

Helikopter Mi-17 V5 merupakan helikopter jenis angkut yang terbesar pertama yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan kemampuan membawa beban sampai dengan 4 ton, helikopter ini sangat cocok dipakai sebagai helikopter angkutan udara meskipun dapat juga dipakai sebagai heli serang dengan persenjataan lengkap. Untuk data tehnis secara detail silakan dilihat pada About Helicopter Mi-17 V5. Sebagai helikopter yang tergolong baru baik bagi pengguna maupun operator pelaksana, maka setiap manuver akan memberikan kesan yang pertama. Dibawah ini sedikit saya ceritakan tentang helikopter Mi-17 V5 yang digunakan untuk mengangkut pasukan/personel free fall (terjun bebas).

Persiapan mengangkut personel free fall harus dilaksanakan dengan matang. Mulai dari perencanaan kegiatan sampai dengan pengakhiran. Perencanaan kegiatan dilaksanakan dengan menghitung beban serta CG (center of gravity) dari helikopter. Secara tehnis, semua hitung-hitungan sudah tercantum dalam buku Weight And Balance Manual. Secara garis besar sbb:

Maksimum T/O weight : 13.000 kg

1) Berat kosong : 7.242 kg

2) Peralatan operasional : 200 kg

3) Crew (6) : 480 kg

4) Fuel penuh : 1.962 kg (BJ = 0.775 kg/l)

Total : 9.884 kg

5) Pay load tersedia : 3.116 kg

Dengan asumsi setiap peterjun berat badannya 80 kg + 18 kg payung = 98 kg. Maka jumlah peterjun yang dapat dibawa adalah 31 orang. Penghitungan tersebut untuk ketinggian 0-1000 meter. Diatas ketinggian tsb digunakan tabel maksimum gross weight for take off.

Tehnis loading ke dalam pesawat dilaksanakan di ground baik melalui pintu samping kanan/kiri dan juga belakang (ramp door). Sususan tempat duduk secara garis besar adalah sbb:

pic00131

Demi kenyamanan pada saat terjun maka seat yang berada di tengah dilepas semuanya. Sehingga peterjun yang berada di gate tengah duduk dilantai.

Sesuai dengan cara keluar masuk helikopter, peterjun bisa loncat dari pintu samping maupun belakang. Yang kita laksanakan adalah loncat dari pintu belakang. Setelah semua peterjun didalam heli, ramp door ditutup dan dilanjutkan start engine serta take off. Dengan vertical speed 3-4 m/s kecepatan 120 km/h helikopter mulai naik dengan membentuk pattern. Ketinggian yang diharapkan saat loncat adalah 8000-10.000 feet (2450 – 2750 m). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian tsb sekitar 15 menit. Jarak sekitar 2 menit dari dropping point, lampu merah kita nyalakan pertanda ramp door dibuka. Kemudian jump master melihat DZ (drop zone) sambil mengarahkan arah helikopter sesuai dengan arah angin. Untuk drop peterjun harus di atas angin. Sebagai crew kita hanya mengarahkan heli sesuai GPS yang ada. Selanjutnya kecepatan helikopter diatur sekitar 150 km/h dan 1 menit sebelum DZ lampu kuning dinyalakan (get ready) persiapan untuk terjun. Peterjun pertama berdiri di kabin paling belakang. Diatas DZ dinyalakan lampu hijau sebagai pertanda untuk loncat. Untuk go-no go loncat perintah dari jump master. Satu persatu peterjun loncat lewat belakang. Saat inilah akan memberikan efek bagi helikopter, karena beban yang dimuat mulai berkurang sesuai dengan peterjun yang loncat. Karena helikopter ini dilengkapi dengan autopilot, maka ketinggian tidak berubah sama sekali dan kontrol heli pun tidak banyak berubah. Pilot tidak terlalu banyak merubah kontrol pesawat. Setelah semua peterjun loncat, maka pilot harus menurunkan helikopter dengan cara menurunkan collective pitch. Disini seorang pilot harus jeli, karena autopilot altitude akan mati pada saat menggerakkan collective. Posisi autopilot sedang menahan pitch sehingga heli tidak naik akibat beban yang berkurang banyak. Oleh karena itu pilot harus meng-trim heli dengan menambah pitch ke depan sehingga altitude autopilot pada posisi level, baru collective diturunkan. Apabila langsung menurunkan collective maka helikopter akan naik secara tiba-tiba karena autopilot altitude masih bekerja menahan ketinggian heli.

skydive

Proses turun bisa dilaksanakan dengan cepat, collective pitch bisa diturunkan hingga minimum (seperti kondisi autorotasi). Sehingga tiba di spot (tempat pemuatan) bisa lebih cepat sekitar 5-10 menit. Hal inilah salah satu keuntungan penerjunan dengan menggunakan helikopter, bisa take off landing dari sebuah lapangan dan tidak memerlukan landasan (runway). Muatan pun bisa banyak yaitu 30 peterjun, bandingkan dengan pesawat casa 212 yang hanya mengangkut 18 orang dan harus take off landing di runway. Turun di tempat pemuatan, bisa langsung dilanjutkan untuk sorti berikutnya tanpa harus cut engine.

Posted by: sundoroagung | November 26, 2008

Helikopter Dalam Pertempuran

 

 

mi-352Banyak orang di Negara kita yang belum mengenal satuan Penerbad (Penerbangan Angkatan Darat). Penerbad merupakan Badan Pelaksana Pusat di bawah TNI AD  yang bertugas melaksanakan fungsi penerbangan untuk mendukung tugas TNI AD. Kalau di Negara-negara lainnya, penerbad ini lebih dikenal dengan nama Army Aviation. Selama ini, Penerbad kurang begitu terdengar dan mungkin belum ada konsep yang jelas mengenai peran dami-171n fungsinya baik bagi TNI AD, TNI pada umumnya maupun dalam konsep pertahanan Negara ini.

            Konsep awal, satuan ini hanya membantu mobilitas dan daya gerak bagi satuan manuver darat. Oleh karena itu alat utamanya berupa helicopter serta pesawat angkut dengan kemampuan STOL (Short Take off and Landing). Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan akan helicopter ini, fungsi penerbad pun mulai berkembang juga. Perkembangan fungsi penerbad menyesuaikan dengan kemampuan helicopter yang menjadi alat utama. Saat ini penerbad mempunyai 5 fungsi pokok, yaitu mobud, bantuan tembakan, pengintaian udara, komando dan pengendalian serta angkutan udara lainnya.

            Kemampuan helicopter sampai sekarang masih terus dikembangkan oleh Negara-negara produsen. Helikopter ini selalu menjadi momok bagi musuh dalam pertempuran darat, karena dia bisa bermanuver secara cepat, mampu berhenti di udara (hover), dapat dipersenjatai untuk menghancurkan pasukan musuh baik dengan canon, roket, missile maupun bom, menjangkau segala macam bentuk medan, dapat landing dilapangan yang kecil serta mampu menghindar dari radar karena bisa terbang mengikuti bentuk permukaan bumi. NATO menggunakan helicopter untuk melaksanakan Air Maneuver Operation, yang diasumsikan integrasi segala asset udara dengan persenjataan pendukung yang beroperasi bersama pasukan darat di suatu tempat yang memungkinkan untuk melaksanakan manuver secara cepat untuk mendapatkan hasil yang menentukan dalam pertempuran. Penggunaannya antara lain Air Assault, Air Lift dan Air mechanized. Air Assault di Indonesia lebih dikenal dengan nama Mobud, sedangkan Airlift merupakan angkut pasukan di daerah aman (safe area) dalam suatu pertempuran. Bagaimana dengan Air Mechanized? Air mechanized ini kata lainnya adalah Air Cavalry, jadi satuan helicopter melaksanakan operasi udara secara berdiri sendiri tanpa melibatkan pasukan darat. Setelah mendapatkan informasi letak dan kekuatan musuh, dengan membawa senjata lengkap, helicopter-helikopter melaksanakan penghancuran terhadap musuh. Kalau kita bandingkan dengan Penerbad, semua bentuk manuver udara tersebut sudah kita laksanakan, kecuali Air mechanized. Karena memang kita belum bisa melaksanakan hal itu, yang pertama kita masih terbatas alut serta persenjataan yang kita miliki.

            Dibalik kelebihan pasti ada kelemahan, demikian juga dengan helicopter ini. Batas kemampuan pesawat terbang ini antara lain karena kondisi cuaca, semua jenis pesawat terbang tidak mampu bertahan dalam kondisi cuaca buruk, contohnya badai maupun awan aktif CB (cumulonimbus). Sangat rentan terhadap senjata PSU (penangkis serangan udara), tidak mampu terbang tinggi karena kemampuan engine berkurang hal ini terbukti saat perang di Afganistan dimana helicopter Chinook hanya mampu mengangkut pasukan 10 orang saja untuk mendarat di gunung-gunung serta kondisi low temperature.

            Namun saat ini para produsen helicopter mulai mengembangkan produknya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut. Kondisi cuaca, saat ini belum dapat mengatasi kekuatan alam itu, kalau kondisi gelap (malam hari) sekarang sudah ada FLIR (forward looking Infra red), termasuk NVG (Night Vision Goggle). Mengatasi senjata PSU, dipasanglah armor plate pada helicopter untuk melindungi dari senapan otomatis musuh maupun canon. Kemudian dipasang peredam panas pada exhaust mencegah missile yang memindai panas. Dipasang juga frekuensi jammer untuk mencegah missile yang menggunakan frekuensi sebagai guide-nya.  Tidak ketinggalan juga ada flare, yang mengeluarkan api untuk mengelabuhi missile musuh. Bahkan suara helicopter pun dikurangi intensitasnya dengan cara menambah jumlah rotor blade pada main dan tail rotor. Untuk mengatasi kemampuan terbang di ketinggian, saat ini mulai digunakan engine yang mampu beroperasi diketinggian. Contohnya engine klimov jenis TV3-117 VM yang dipakai Mi-17 V5 dengan daya 2200 SHP mampu terbang sampai ketinggian 6000 m. Bahkan sekarang mulai digunakan APU (Aircraft Power Unit) yang mampu untuk beroperasi didaerah tinggi, diatas 4000 m. Perlu diketahui proses untuk start engine utama digunakan APU ini sebagai powernya.

            Seluruh helicopter ini dikembangkan sesuai dengan fungsi dan jenis masing-masing. Kalau di Amerika penamaan helicopter sesuai fungsinya, contoh UH untuk Utility Helicopter; AH = Attack Helicopter; CH = Cargo Helicopter dan lain sebagainya. Sedangkan helicopter Rusia rata-rata dinamai dengan nama desainernya. Contoh Mi yang merupakan singkatan Mikail Mil. Kamov merupakan nama desainernya dan lain sebagainya.

            Apalah arti sebuah nama”, demikian pepatah mengatakan. Yang terpenting adalah fungsi dan peran helicopter ini dapat dioptimalkan penggunaanya baik dalam operasi perang maupun operasi selain perang.

Posted by: sundoroagung | November 5, 2008

Cara Belajar Efektif

TEHNIK BELAJAR

(pengalaman penulis)

 

            “Aduh…Apa ya? Perasaan semalam saya sudah baca, tapi kok sekarang lupa ya?”, demikianlah kata-kata yang sering kita ucapkan pada saat melaksanakan ujian. Memang ujian sering menjadi momok bagi kita semua, terkadang kita sudah mempersiapkan diri 100% tetapi pada saat ujian hanya bisa mengeluarkannya sebanyak 65% saja. Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan sebelum menghadapi ujian. Pada kesempatan ini penulis akan sampaikan apa saja hal yang perlu kita siapkan sebelum menghadapi ujian sesuai dengan pengalaman penulis.

1.        Mental.            Kita harus siapkan mental ujian sebelum menghadapinya. Jangan sampai kita terdadak, misalnya baru sehari sebelumnya menerima khabar bahwa besok melaksanakan ujian. Mental ujian kita tergantung kapan kita mengetahui pelaksanaan ujian yang akan kita hadapi, semakin lama jangka waktu menghadapi ujian, maka akan semakin siap mental kita untuk menghadapinya karena kita pasti akan mempersiapkan diri kita jauh-jauh hari sebelumnya. Mental ini akan sangat menentukan kesiapan dan konsentrasi kita sebelum, selama maupun sesudah melaksanakan ujian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan sangat dipengaruhi kondisi mental kita.

2.        Materi.            Kita harus mengetahui materi yang akan diujikan. Apabila tidak ada pemberitahuan tentang materi ujian ini, maka kita harus pandai dalam menentukan kira-kira apa yang akan diujikan. Tetapi secara umum apa yang diujikan adalah apa yang diajarkan, sehingga apabila kita memperhatikan guru pada saat menerangkan materi tentu saja kita akan mengetahui bahwa apa yang diajarkan guru pasti itu yang akan diujikan.

 3.       Tehnik belajar. Tehnik belajar akan sangat menentukan hasil ujian kita. Setiap orang mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Meskipun secara fisik bentuk otak manusia adalah sama, akan tetapi sudah menjadi kodrat manusia bahwa Tuhan mencipatakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada manusia dengan tipe fast learner, ada juga yang slow learner. Kondisi ini melekat pada diri kita. Termasuk daya ingat tiap manusia adalah berbeda-beda. Untuk itu kita harus mengetahui kemampuan diri kita, baik dalam learning sesuatu maupun daya ingat serta daya berpikir kita. Kalau kita sudah tahu daya ingat dan daya pikir kita maka langkah kita selanjutnya adalah menentukan tehnik belajar apa yang paling tepat guna mengatasi kekurangan kita tersebut.

a.        Untuk mengatasi kekurangan daya ingat, maka kita bisa menghapalkan materi. Cara menghapal ada beberapa macam, ada yang memakai tehnik jembatan keledai yaitu membuat singkatan-singkatan untuk setiap point yang kita hapalkan. Contoh untuk militer biasanya ada format perintah operasi (PO) dan sering disingkat KETUPAK (Keadaan, Tugas, Pelaksanaan, Administrasi, Komando dan perhubungan). Untuk menghapalkan Pancasila misalnya dengan K2PK2 (Ketuhanan…, Kemanusiaan…, Persatuan…, Kerakyatan…, Keadilan…). Cara menghapal ini merupakan tehnik menghapal yang paling mudah bagi setiap orang. Ada juga tehnik menghapal dengan cara membaca berulang-ulang. Meskipun tidak 100% sam persis dengan teks namun point-point dapat diingat karena dibaca secara berulang-ulang. Bila daya ingat seseorang kurang maka diperlukan membaca yang lebih banyak sampai benar-benar memahami isi dari yang kita baca. Cara yang ketiga adalah membuat ringkasan dari materi. Ringkasan berupa poin-poin materi dan poin-poin inilah yang dihapalkan. Cara yang keempat adalah gabungan dari cara-cara diatas. Kita buat catatn kecil dari materi (poin-poin) kemudian kit abaca berulang-ulang serta kita buat jembatan keledainya dari poin-poin yang telah kita buat tersebut.

b.        Untuk mengatasi kekurangan kita dalam daya pikir, maka perlu frekuensi membaca yang lebih dengan titik berat pada pemahaman materi yang kita baca. Pada saat penyampaian materi oleh guru, kita harus banyak bertanya agar penguasaan materi menjadi lebih dalam. Dengan aktif dalam proses belajar mengajar ini maka akan semakin dalam materi yang kita pahami. Selain itu perlu juga kita baca materi lain atau referensi lain yang mendukung materi pelajaran, sehingga pengetahuan dan pemahaman materi menjadi lebih dalam. Pada saat ujian semua yang kita ingat pada saat membaca inilah kita tuangkan dalam bentuk tulisan jawaban persoalan.

4.        Sarana dan Prasarana ujian. Sarana ujian jangan sampai kita lupakan untuk menghadapi ujian. Contoh alat tulis dan sarana pendukung lainnya. Jangan sampai pada saat melaksanakan ujian kita pinjam sana pinjam sini alat tulis. Hal ini bisa memecahkan konsentrasi kita serta dapat mengganggu konsentrasi teman-teman disekitar kita. Kita harus mempersiapkan perlengkapan ujian dengan sebaik-baiknya.

 

Demikianlah beberapa tehnik belajar dalam menghadapi ujian, hal yang penting adalah kita mengetahui kemampuan dan kekurangan diri kita, sehingga kita akan dapat menentukan tehnik belajar yang cocok bagi diri kita. Yang tidak kalah penting adalah tawakal kepada Alloh. Berserah diri dan memohon petunjuk Yang Maha Kuasa agar diberikan kemudahan dalam melaksanakan ujian. Selamat belajar!!!

Posted by: sundoroagung | May 31, 2008

Tim Heli Mi 17 V5 Penerbad

 Fungsi penerbangan dalam organisasi TNI Angkatan Darat merupakan tugas dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Dalam rangka pelaksanaan tugas penerbangan tersebut, kekuatan Puspenerbad juga mulai ditingkatkan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan akan fungsi penerbangan bagi Angkatan Darat pada khususnya, TNI pada umumnya. Oleh karena secara bertahap pengembangan kekuatan Penerbad mulai dilaksanakan. Dimulai dengan pembangunan satuan-satuan penerbad serta pengadaan alutsista guna mendukung tugas pokok penerbad.

  Salah satu pengadaan alutsista adalah pembelian Helikopter Mi-17 dari Rusia. Setelah mengalami jalan yang panjang, akhirnya pengadaan helikopter dari Rusia dapat terealisasi. Rembelian heli ini untuk melengkapi Skadron serbu Penerbad.

  Tim pelatihan heli Mi-17 Penerbad tahun 2008 ini sudah disiapkan sebelumnya. Sehingga Tim ini mendapatkan pembekalan bahasa Rusia selama lebih kurang 2 bulan di Pusat Pendidikan Bahasa Badiklat Dephan.  Meskipun cuma sebentar dalam menerima pembekalan bahasa, namun bekal tersebut memberikan manfaat yang sangat besar bagi seluruh personel Tim.  Tim ini dibagi dalam beberapa kelompok spesialisasi. Untuk perwira dengan pangkat kapten merupakan Pilot, Instruktur adalah Kapten Ronny S, Test Pilot adalah Kapten Charles. Perwira lainnya  sebagai Flight Engineer.

  Pelaksanaan Training di Rusia dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama Pilot dan FLight Engineer berangkat mendahului pada tanggal 1 Maret 2008. Kelompok kedua adalah spesialis Radio dan elektrik. Mereka berangkat tanggal 12 Maret 2008. Tim yang ketiga adalah spesialis engine  dan spesialis Airframe  berangkat tanggal 4 April 2008.

 Sistem Pendidikan

Berbeda dengan cerita Tim Penerbad yang melaksanakan pelatihan sebelumnya yaitu di kota Torzhok, Tim kami melaksanakan pendidikan di Factorinya yaitu di kota Kazan, Tatarstan, Rusia. Sistem pendidikan yang diberlakukan kepada kami juga tidak terlalu formal. Tidak ada Reopsdik(Rencana Operasional Pendidikan) sesuai yang kita harapkan (bentuk buku seperti di pusdik-pusdik TNI). Tim Penerbad ini berlatih dibawah Dept Training. Mereka melaksanakan pendidikan sesuai dengan apa yang tertulis dalam kontrak pembelian helikopter Mi-17 V5. Tanpa menambah dan mengurangi materi serta jam pelajaran, termasuk praktek lapangan dan jam terbang. Semua bentuk kegiatan diatur oleh Dept Training, dalam satu minggu efektif belajar adalah 5 hari, 2 hari libur dengan jam pelajaran mulai pkl 09.00 s.d 12.00 dilanjutkan kembali pkl 13.00 s.d 16.20 selama kegiatan pelajaran teori. Pada saat praktek menyesuaikan dengan jam terbang target setiap pilot.

Fasilitas pendidikan, sangat memadai dengan ruang kelas yang dilengkapi dengan alat bantu instruksional serta tenaga pendidik yang sangat profesional (sangat menguasai materi) dan yang tidak kalah penting adalah Interpreter yang sangat handal dan berpengalaman, membuat kami bisa memahami semua materi yang diberikan. Segala keingintahuan tentang pesawat baru ini membuat kami terkenal sebagai Siswa yang paling aktif dikelas selama pelaksanaan Training di sini.

  Materi Pelajaran

Dengan mata pelajaran yang sangat sederhana dan simpel, memudahkan dalam penerimaan materi pelajaran. Mata pelajaran yang diberikan terangkum dalam “Training Manual for Flying Staff” meliputi :

  1. Helicopter and It’s System
  2. Engine TV3-117VM and APU AI-9V
  3. Electrical Equipment
  4. Instrumentation
  5. Radio electronic equipment
  6. Aerodynamics
  7. Standart Documents
  8. Flight Safety
  9. Aviation meteorology

Materi pelajaran dibagi menjadi dua yaitu teori dan praktek.

 Teori.      Pelajaran teori dilaksanakan di kelas dan workshop pabrik. Pelaksanaan pelajaran sesuai dengan kelompok masing-masing. Pilot bersama dengan flight engineer, spesialis airframe, spesialis engine, spesialis radio dan spesialis elektrik. Tiap kelompok diajar oleh masing-masing instruktur sesuai dengan mata pelajarannya. Pengaturan jadwal pelajaran adalah sistem blok, setiap mata pelajaran diselesaikan satu persatu, setelah selesai semua pelajaran teori dilanjutkan dengan praktek di lapangan.

 Praktek.      Pelajaran praktek dilaksanakan di lapangan. Siswa melaksanakan praktek di helikopter yang ada di Aerodrom yang terletak di dalam Factory (pabrik). Pada saat pelajaran praktek ini, helikopter kita sedang dalam tahap perakitan, sehingga para spesialis baik itu airframe, radio, engine maupun elektrik dapat langsung melaksanakan praktek pada pesawat tersebut (tergantung pada tahap pengerjaan apa helikopter tersebut). Sedangkan kelompok pilot dan flight engineer melaksanakan praktek dengan materi preflight ceck dan cockpit prosedur dilanjutkan dengan latihan terbang.

Flight training

  Pelaksanaan latihan terbang bagi pilot dan flight engineer dibagi dalam 2 kelompok, dengan tiap kelompok masing-masing diajar oleh 1 orang instruktur pilot, yaitu Mr Arkaji dan Mr Nikolai serta 1 orang instruktur flight engineer. Untuk intruktur flight engineer bergantian, tergantung ada atau tidaknya tugas bagi mereka. Instrukturnya adalah Mr Andre, Mr Farid dan Mr edward. Tanpa didampingi interpreter pilot harus berusaha memahami perintah dan petunjuk instruktur yang rata-rata tidak bisa berbahasa inggris. Tetapi kondisi ini agak terbantu dengan adanya instruktur bagi flight engineer yang rata-rata bisa berbahasa inggris. Untuk tehnis terbang tidak penulis tuangkan di sini, lihat “About Mi-17 V5″.

Kelulusan (Graduation)

Departemen Training mempunyai tradisi khusus dalam melaksanakan kelulusan bagi siswanya, seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di sini dibawa semua ke Museum Helikopter Kazan (terletak dalam kompleks pabrik). Di museum ini dijelaskan mengenai sejarah Pabrik Helikopter Kazan, mulai dari awal berdiri sampai dengan pembuatan helikopter yang terakhir. Setelah dijelaskan sejarah pabrik dilanjutkan dengan pemberian Ijazah (sertificate) bagi seluruh siswa yang dilaksanakan oleh Chief of Dept Training. Pada saat inilah siswa diperkenankan untuk berfoto di dalam Pabrik, karena memang ada aturan dilarang berfoto (membawa kamera) di dalam pabrik.

  Домой ( Home sweet home )

Pelaksanaan pulang ke negara tercinta dibagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan lama pendidikannya. Spesialis radio dan elektrik pulang pada tanggal 4 Mei 2008, spesialis engine dan airframe pada tanggal 1 Juni 2008 sedangkan pilot da flight engineer pada tanggal 4 Juni 2008. Alhamdulilah perjalanan serta pelaksanaan pendidikan (pelatihan) sebagai crew Mi-17 V5 dapat berjalan dengan lancar tidak ada hambatan dan rintangan yang berarti. Kami sebagai duta bangsa yang diberi kesempatan untuk melaksanakan pelatihan di Rusia merasakan belum puas dengan ilmu yang kami dapatkan, sehingga kami akan berusaha terus guna memperdalam ilmu yang telah diterima. Selain itu juga faktor bahasa sangat menentukan dalam keberhasilan pelatihan kami, dengan bekal sedikit bahasa Rusia namun manfaatnya sangatlah besar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan pelatihan ini. Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat bermanfaat bagi bangsa, negara dan dunia.

Older Posts »

Categories